Menu Utama

MAHABBAH (Kekuatan Cinta) Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator Karawang   
Wednesday, 12 August 2009
Kekuatan cinta memang luar biasa. Orang yang jatuh cinta akan rela mengorbankan apa saja demi yang ia cintai. Apabila seseorang mencintai wanita, dia rela berkorban untuk wanita yang dia cintai, apabila seseorang mencintai harta, maka dia rela pagi, siang dan malam untuk terus-menerus mencari harta, Apabila orang mencintai Jabatan dia rela berjuang mati-matian demi jabatan yang dia cintai, tidak perduli sikut kanan, sikut kiri, Jilat atas injak bawah dan Cinta menjadikan segalanya indah, meski harus dilalui dengan penderitaan, cobaan, ujian dan penuh pengorbanan

Kekuatan cinta itulah yang menjadikan Bilal bin Rabbah lebih memilih dijemur di padang pasir yang panas dari pada harus kembali menjadi kafir. Meski sebongkah batu besar menindih hingga nyaris meremukkan tulang dadanya.

Dengan tenang ia menyebut nama Kekasihnya yang ia sangat cintai…, ''Ahad, Ahad, Ahad.'' Yang berarti Allah SWT, Begitu pula dengan Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya sahabat Rasulullah SAW. Ia rela menghabiskan hartanya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Semuanya atas dasar cinta.

Sahabat lainnya juga merasakan betapa dahsyatnya kekuatan cinta itu. Mereka rela berhijrah dengan berjalan kaki bermil-mil jauhnya, melintasi padang pasir yang kering dan panas demi menyelamatkan akidah. Karena cintanya pada Allah SWT, dengan gagah berani mereka bergegas pergi ke medan perang.

Tanpa rasa takut, harta, darah, dan nyawa, mereka pertaruhkan dengan tebasan pedang dan tombak demi membuktikan cintanya yang tulus. Cinta melahirkan pengorbanan dan prioritas.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah[911] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (Q.S. Maryam : 96)

Jika benar kita mencintai Allah SWT, niscaya kita rela mengorbankan segalanya dengan pengorbanan yang terbaik. Jika kita benar mencintai Allah SWT, niscaya kita akan sangat sayang kepada suami/istri dan anak-anak kita dan jika benar kita mencintai Allah niscaya kita mengambil dunia ini hanya sekadarnya.

Dunia bukan tujuan. Mencari harta bukan untuk bermegah-megahan, tapi sebagai sarana ibadah. Jika benar kita mencintai Allah SWT, mencintai Rosulullah SAW,  niscaya kita akan bergegas ke masjid/musholla ketika adzan dikumandangkan, karena hakikat adzan adalah panggilan Sang Kekasih Sejati.

Jika benar mencintai Allah SWT, niscaya kita melakukan amalan-amalan sunah, karena amalan itu dapat mengundang cintanya Allah SWT. Dan jika kita mencintai Allah SWT, tentu setiap sepertiga malam kita bangun mengerjakan shalat tahajud, meski lelah, kantuk, dan dingin mendera. Saat itulah Allah SWT datang menjenguk dan mengabulkan segala permintaan kita. Ibadah tanpa didasari cinta akan terasa sangat berat dan sia-sia. Ibadah tanpa cinta adalah ciri sifat munafik. Dengan cinta kita dapat memahami tempat yang dituju setelah mati, yakni  ke surga atau  Ke neraka.

Allah SWT Berfirman : Al-Imron : 31

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menerangkan bahwa tanda dari kecintaan kita kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah SAW, dan bahwa mengikuti Rasulullah SAW adalah sarana untuk mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Allah Ta'ala.

Kewajiban mencintai Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:

1.       Mendapatkan kecintaan Allah.

2.       Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.

3.      Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

4.       Merasakan manisnya iman.

5.       Meraih kesempurnaan iman.

6.       Syurga adalah Kado Terindah untuk kita.

 

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman. (Q.S. Al-An’am : 12)

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya

Apalagi sih ..yang kita harapkan didunia ini kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan - Nya, meraih manisnya Iman, mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam Surga - Nya yang tinggi nan Indah.  (SubhanaAllah…)

Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberkahi dan merahmati kita. Dan kita tidak akan pernah pudar sampai titik akhir nafas kita untuk untuk tetap mencintai Allah.. SWT.. Amiin. Ya Robal alamin.
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 09 July 2010 )