Pemerintah Kabupaten Karawang

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Alternative flash content

You need to upgrade your Flash Player

Get Adobe Flash player

Indeks Harga Konsumen

E-mail Print PDF

ULASAN SINGKAT INFLASI

(Sumber : Indeks Harga Konsumen Kabupaten Karawang, Kerjasama Bappeda Kab. Karawang dengan BPS Kab. Karawang)

 

 

3.1. Perkembangan Inflasi Kota Karawang

Hasil pengolahan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Karawang Tahun 2009 dengan menggunakan tahun dasar 2007 (Tahun 2007=100) menunjukkan bahwa selama tahun 2009 (Januari - Desember) telah terjadi inflasi sebesar 2,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 110,52 pada bulan Desember 2008 menjadi 112,79 pada bulan Desember 2009.

 

 

Selama kurun waktu Januari - Desember 2009, inflasi Kota Karawang tercatat sebesar 2,05 persen lebih rendah dibanding inflasi tahun 2008 yaitu sebesar 12,49 persen. Inflasi tahun kalender 2009 merupakan inflasi terendah sepanjang sejarah Indonesia. Begitu juga halnya di Kota Karawang. Dalam kurun waktu 12 bulan sepanjang tahun 2009, inflasi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Mei, Juli, Agustus, September, dan Desember. Sedangkan deflasi terjadi pada bulan April, Juni, Oktober, dan November.

 

 

Penghitungan IHK di Kota Karawang yang terdiri atas 345 jenis barang dan jasa. Grafik 3.1.2 menunjukkan perubahan indeks harga konsumen Kota  Karawang perbulan selama tahun 2009.

 

 

Perkembangan inflasi selama tahun 2009 terlihat relatif stabil (terlihat dari Grafik 3.1.2). Ada beberapa pergerakan indeks yang cukup tajam tampak dari grafik tersebut. Pada bulan Februari 2009, kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan terlihat menurun. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga BBM (bensin dan solar) pada bulan tersebut. Bulan Februari 2009 juga mencatat pergerakan indeks kelompok pengeluaran sandang melonjak naik, utamanya dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.

Fluktuasi harga emas sepanjang tahun 2009 sangat mempengaruhi laju inflasi kelompok sandang. Selain itu, pada bulan September 2009 pergerakan indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan melonjak tajam. Kenaikan indeks tersebut disebabkan naiknya harga beberapa bahan makanan terutama cabe merah menjelang Hari Raya Lebaran.

 

 

Sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Karawang tiap kelompok pengeluaran pada tahun 2008 dan 2009 dapat dilihat pada Grafik 3.1.3. Kelompok pengeluaran makanan jadi; kelompok sandang; kelompok kesehatan; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada tahun 2009 mengalami peningkatan andil terhadap inflasi dibanding tahun 2008. Sebaliknya, kelompok pengeluaran bahan makanan; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; dan kelompok trasnpor, komunikasi dan jasa keuangan pada tahun 2009 mengalami penurunan andil terhadap inflasi dibanding tahun 2008.

 

 

Dua puluh komoditas dengan andil inflasi terbesar di Kota Karawang selama tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel 2. Satu komoditas termasuk dalam kelompok sandang (emas perhiasan). Tujuh komoditas dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (gula pasir, bubur, ayam goreng, sate, rokok kretek filter, kue basah dan teh manis). Tujuh komoditas dari kelompok bahan makanan (beras, daging ayam ras, pepaya, minyak goreng, semangka, tahu mentah, dan apel). Satu komoditas dari kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar (pasir). Dua komoditas dari kelompok kesehatan (tarip rumah sakit dan tarip gunting rambut pria). Satu komoditas dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (tarif sewa becak), dan satu komoditas dari kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (tarif kolam renang).

 

3.2. IHK Kota Karawang Menurut Kelompok Pengeluaran

a. Kelompok Bahan Makanan

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok bahan makanan bergerak cukup stabil. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok bahan makanan sebesar 4,23 persen (terjadi kenaikan indeks dari 135,87 pada Desember 2008 menjadi 141,62 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar 0,97 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 6,13 persen (andil 0,42%); subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 10,88 persen (andil 0,33%); subkelompok ikan segar sebesar 595 persen (andil 0,07%); subkelompok ikan diawetkan sebesar 1,35 persen (andil 0,01%); subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar -0,09 persen (andil -0,002%); subkelompok sayur-sayuran sebesar 1,37 persen (andil 0,02%), subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,17 persen (andil 0,002%); subkelompok buah-buahan sebesar -0,53 persen (andil -0,01%); subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,22 persen (andil 0,06%); subkelompok lemak dan minyak sebesar 8,22 persen (andil 0,10%); dan subkelompok bahan makananan lainnya sebesar 1,19 persen (andil 0,002%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah beras sebesar 0,40 persen. Meskipun harga beras cukup terjaga sepanjang tahun 2009 (sedikit terjadi kontraksi pada awal dan akhir tahun), namun sebagai bahan makanan pokok yang mempunyai nilai konsumsi tinggi maka sedikit pergerakan harga akan mempengaruhi andil terhadap inflasi.

 

b. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

 

 

Selama tahun 2O09, IHK kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami peningkatan. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 5,13 persen (terjadi kenaikan indeks dari 106,76 pada Desember 2008 menjadi 112,24 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar 1,10 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok makanan jadi sebesar 3,92 persen (andil 0,58%); subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 18,39 persen (andil 0,51%); dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,28 persen (andil 0,05%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah gula pasir sebesar 0,47 persen. Sepanjang tahun 2009, harga gula pasir meroket tinggi dibanding harga rata-rata pada tahun 2008. Kacaunya distribusi dan pengawasan pasar oleh pemerintah merupakan salah satu penyebab kenaikan harga komoditas ini.

 

c, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok perumahan, air, listri( gas dan bahan bakar bergerak melambat. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -1,52 persen (terjadi penurunan indeks dari 104,64 pada Desember 2008 menjadi 103,05 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar -0,46 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok biaya tempat tinggal sebesar -1,79 persen (andil -0,35%); subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar -0,06 persen (andil -0,004%); subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 6,34 persen (andil 0,04%); dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar -5,24 persen (andil -0,15%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah pasir sebesar 0,14 persen, Sebagai salah satu bahan utama dalam pembangunan konstruksi/infrastruktur, jelaslah komoditas pasir mempunyai nilai konsumsi yang tinggi.

 

d. Kelompok Sandang

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok sandang bergerak cukup stabil. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok sandang sebesar 12,56 persen (terjadi kenaikan indeks dari 115,02 pada Desember 2008 menjadi 129,47 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar 0,69 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok sandang laki-laki sebesar 4,68 persen (andil 0,06%); subkelompok sandang wanita sebesar 4,44 persen (andil 0,05%); subkelompok sandang anak-anak sebesar 2,92 persen (andil 0,03%); dan subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 32,01 persen (andil 0,62%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,64 persen. Sepanjang tahun 2009, harga emas perhiasan membumbung tinggi. Walaupun permintaan di Kota Karawang tidak massive, tapi karena harga emas perhiasan lokal dipengaruhi harga pasar internasional maka fluktuasi harga internasional yang terjadi mempengaruhi harga lokal.

 

e. Kelompok Kesehatan

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok kesehatan bergerak cukup stabil. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok kesehatan sebesar 6,20 persen (terjadi kenaikan indeks dari 112,60 pada Desember 2008 menjadi 119,58 pada Desember 2AA9), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar 0,25 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok jasa kesehatan sebesar 13,82 persen (andil 0,15%); subkelompok obat-obatan sebesar 2,07 persen (andil 0,01%); subkelompok jasa perawatan jasmani sebesar 26,14 persen (andil 4,07%); dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik sebesar 1,77 persen (andil 0,04%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah tarif rumah sakit sebesar 0,16 persen. Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai nilai konsumsi tinggi. Kenaikan tarif rumah sakit akan memberikan andil terhadap inflasi yang signifikan.

 

f. Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga bergerak cukup stabil. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 3,26 persen (terjadi kenaikan indeks dari 91,47 pada Desember 2008 menjadi 94,47 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar 0,12 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok jasa pendidikan sebesar 0,00 persen (andil 0,00%); subkelompok kursus-kursus/pelatihan sebesar -3,69 persen (andil -0,01%); subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 8,54 persen (andil 0,05%); subkelompok rekreasi sebesar 2,69 persen (andil 0,02%); dan subkelompok olahraga sebesar 53,42 persen (andil 0,08%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah tarif kolam renang sebesar 0,10 persen. Sebagai sarana rekreasi yang murah (terjangkau), kolam renang banyak diminati keluarga sehingga nilai konsumsinya cukup tinggi. Kenaikan tarif kolam renang akan mempengaruhi andil terhadap inflasi

 

g. Kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

 

 

Selama tahun 2009, IHK kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan bergerak cukup stabil. Inflasi tahun kalender 2009 kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -3,64 persen (terjadi penurunan indeK dari 100,76 pada Desember 2008 menjadi 97,09 pada Desember 2009), sedang andil terhadap inflasi tahun kalender 2009 kelompok ini sebesar -0,44 persen.

Berdasarkan subkelompok pengeluaran, inflasi dan andil inflasi tahun kalender 2009 sebagai berikut: subkelompok transpor sebesar -3,79 persen (andil -0,33%); subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar -4,94 persen (andil -0,1%); subkelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 1,17 persen (andil 0,01%); dan subkelompok jasa keuangan sebesar 0,57 persen (andil 0,003%).

Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan/andil inflasi adalah tarif sewa becak sebesar 0,11 persen. Becak sebagai alat transportasi yang menjangkau kawasan perumahan memiliki nilai konsumsi tinggi. Kenaikan tarif sewa becak akan memberi andil terhadap inflasi yang tinggi.

 

3.3, Perbandingan Inflasi

 

 

Laju inflasi nasional tahun kalender 2007 sebesar 6,59 persen. Dibanding dengan ibukota propinsi Jawa Barat yaitu Kota Bandung yang mengalami inflasi 5,25 persen, Kota Karawang mengalami inflasi lebih tinggi yaitu sebesar 6,12 persen. Namun dibandingkan kota transit lainnya di Jawa Barat seperti Kota Tasikmalaya (bagian selatan Jawa) dan Kota Cirebon (bagian utara Jawa) yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 7,72 persen dan 7,87 persen, maka laju inflasi yang terjadi di Kota Karawang ternyata lebih kecil.

Besarnya laju inflasi nasional tahun kalender 2008 mencapai 11,06 persen. Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 10,23 persen, Kota Karawang mengalami inflasi lebih tinggi yaitu sebesar 12,49 persen. Dibanding dengan kota transit Tasikmalaya (bagian selatan Pulau Jawa) yang mengalami inflasi sebesar 12,07 persen, laju inflasi Karawang masih lebih tinggi. Namun dibandingkan kota transit lainnya Kota Cirebon (bagian utara Pulau Jawa) yang mengalami inflasi sebesar 14,14 persen, maka inflasi yang terjadi di Kota Karawang lebih kecil.

Secara nasional, laju inflasi tahun kalender 2009 mencapai 2,78 persen. Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 2,11 persen, Kota Karawang mengalami inflasi lebih rendah yaitu sebesar 2,05 persen. Dibanding dengan Kota Tasikmalaya (bagian selatan Pulau Jawa) yang mengalami inflasi sebesar 4,17 persen, dan Kota Cirebon (bagian utara pulau Jawa) yang mengalami inflasi sebesar 4,11 persen, maka laju inflasi yang terjadi di Kota Karawang lebih kecil dibanding dua kota transit tersebut.

 

You are here: Informasi Umum Indikator Makro Indeks Harga Konsumen