KONDISI EKONOMI
PERTUMBUHAN EKONOMI/PDRB
Secara absolut telah terjadi kenaikan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang cukup berarti, yaitu dari Rp 25.654 milyar pada tahun 2005, kemudian tahun 2006 mencapai Rp 31.348 milyar, pada akhir tahun 2007 sudah mencapai Rp 36.130 milyar, pada tahun 2008 mencapai Rp 42,445 milyar, sedangkan pada tahun 2009 mencapai Rp 47,225 milyar*. Pada tahun 2010 diperkirakan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 53,511 milyar*. Diharapkan keadaan tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga pada akhirnya diharapkan semakin besar pula nilai PDRB perkapita yang dapat dinikmati oleh masyarakat Karawang. Sementara itu kontribusi sektoral masih tetap didominasi oleh tiga sektor, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian. Masuknya sub sektor minyak dan gas bumi menjadikan sektor pertambangan dan penggalian menempati posisi sektor terbesar kelima dalam kontribusi terhadap PDRB Karawang. Pada tahun 2010 diperkirakan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp. 20,359 milyar dan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 53,511 milyar. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dengan memperhitungkan kontribusi sektor migas diperikirakan mencapai angka 5,82 % dengan tingkat inflasi sebesar 7,73 %. (*=angka sangat sementara).
Angka Agregatif PDRB Kabupaten Karawang, PDRB Perkapita, LPE Sektor Migas, Tingkat Inflasi
Tahun 2006-2010
|
No. |
Uraian |
Tahun |
||||
|
2006 |
2007 |
2008* |
2009** |
2010** |
||
|
1. |
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rp) |
31.348.367 |
36.131.054 |
42.445.653 |
47.393.538 |
531.511.000 |
|
2. |
PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Juta Rp) |
15.568.184 |
16.558.530 |
18.353.975 |
19.195.450 |
20.359.000 |
|
3. |
PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku (Rp) |
15.741.115 |
17.619.482 |
20.523.558 |
22.585.527 |
25.187.000 |
|
4. |
PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Konstan (Rp) |
7.817.331 |
8.110.954 |
8.874.616 |
9.147.647 |
9.582.000 |
|
5. |
LPE Migas (%) |
7,52 |
6,36 |
10,84 |
4,58 |
5,82 |
|
6. |
Inflasi (%) |
7,13 |
6,06 |
12,49 |
2,05 |
7,73 |
Sumber : BPS Kabupaten Karawang
Keterangan : *) = angka revisi; **) = angka estimasi
POTENSI UNGGULAN KABUPATEN KARAWANG
1. Potensi Pertanian
Kabupaten Karawang merupakan lumbung padi Jawa Barat dan salah satu daerah yang dapat memberikan kontribusi kebutuhan beras nasional setiap tahunnya mencapai 600.000 ton/tahun
Jenis Komoditas dan Luas Tanam Tanaman Padi Sawah, Palawija, dan Hortikultura Kab. Karawang Tahun 2006-2010 (Ton)
|
No. |
Uraian |
Tahun |
||||
|
2006 |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
||
|
1. |
Padi Sawah |
187.161 |
197.377 |
191.261 |
193.375 |
197.630 |
|
2. |
Kedelai |
340 |
400 |
432 |
770 |
874 |
|
3. |
Kacang Hijau |
1.239 |
502 |
521 |
1.388 |
902 |
|
4. |
Jagung pipilan kering |
619 |
1.756 |
2.379 |
1.765 |
1.345 |
|
5. |
Ketela Pohon |
550 |
632 |
608 |
842 |
362 |
|
6. |
Ubi Jalar |
42 |
43 |
48 |
39 |
22 |
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karawang
Jenis Komoditas dan Produktivitas Tanaman Padi Sawah, Palawija, dan Hortikultura
Kab. Karawang Tahun 2006-2010 (Kw/Ha)
|
No. |
Uraian |
Tahun |
||||
|
2006 |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
||
|
1. |
Padi Sawah |
64,35 |
62,16 |
65,05 |
70,25 |
70,05 |
|
2. |
Kedelai |
11,92 |
11,94 |
12,46 |
14,43 |
13,12 |
|
3. |
Kacang Hijau |
9,20 |
9,28 |
9,51 |
9,50 |
11,10 |
|
4. |
Jagung pipilan kering |
43,72 |
43,72 |
48,85 |
52,49 |
57,56 |
|
5. |
Ketela Pohon |
214,99 |
191,32 |
223,48 |
195 |
195 |
|
6. |
Ubi Jalar |
85,14 |
155,35 |
156,46 |
155 |
160 |
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karawang
2. Potensi Industri
Industri di Kabupaten Karawang dikembangkan di lahan seluas 13.756,358 Ha atau 7,84% dari luas Kabupaten Karawang, terdiri atas :
- Kawasan Industri Khusus seluas 3.138,758 Ha (terdiri atas 5 kawasan di Kecamatan Cikampek).
- Kawasan Industri seluas 5.500 Ha di Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Ciampel dan Cikampek.
- Zona Industri seluas 5.117,6 Ha (Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Klari, Cikampek, Karawang, Purwasari, Pangkalan dan Rengasdengklok).
Sampai saat ini pengembangan kegiatan industri di Kabupaten Karawang dialokasikan pada bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Klari, Cikampek, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Purwasari, Karawang, Jatisari, Pangkalan dan Cikampek. Walaupun begitu tidak semuanya berkembang, terutama yang diperuntukan untuk Kota Industri di Kecamatan Telukjambe Barat seluas 7.100 Ha, 6.298,75 Ha fungsinya sudah dikembalikan pada semula sebagai lahan Perhutani. Lambatnya perkembangan kegiatan industri tersebut diakibatkan terjadinya krisi ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997. Kegiatan industri yang relatif berkembang diantaranya Kota Industri di bagian timur (Kota Bukit Indah City) Kecamatan Cikampek, Kawasan Industri (Kecamatan Telukjambe Timur dan Pangkalan), Zona Industri (Kecamatan Telukjambe Timur, Klari, Cikampek dan Karawang).
Berdasarkan Keppres Nomor 53 Tahun 1989 tentang Pengembangan Kawasan Industri, Kabupaten Karawang telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan kawasan industri. Jumlah industri sampai dengan tahun 2010 mencapai 9.523 unit, terdiri atas PMA 330 unit, PMDN 193 unit dan non fasilitas 127 unit serta industri kecil 8.868 unit.
Data Perkembangan Industri di Kab. Karawang Tahun 2006-2010 (unit)
|
No. |
Jenis Industri |
Tahun |
||||
|
2006 |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
||
|
A. |
Industri Besar |
|
|
|
|
|
|
|
1. PMA |
249 |
257 |
295 |
330 |
330 |
|
|
2. PMDN |
182 |
184 |
187 |
193 |
193 |
|
|
3. NON FASILITAS |
73 |
76 |
96 |
114 |
127 |
|
Sub Total |
503 |
517 |
578 |
637 |
655 |
|
|
B. |
Industri Kecil |
8.271 |
8.402 |
8.831 |
8.847 |
8.868 |
|
Total |
8.774 |
8.919 |
9.409 |
9.484 |
9.523 |
|
Sumber : Dinas Perindagtamben Kabupaten Karawang
Perkembangan investasi di Kabupaten Karawang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Jumlah investasi pada tahun 2006 sebesar Rp 63,559 Trilyun dan pada tahun 2010 mencapai Rp 89,892 Trilyun.
Data Perkembangan Investasi di Kab. Karawang Tahun 2006-2010
|
No. |
Tahun |
Jumlah Investasi (Rp) |
|
1. |
2006 |
63,559 Trilyun |
|
2. |
2007 |
63,783 Trilyun |
|
3. |
2008 |
86,449 Trilyun |
|
4. |
2009 |
89,861 Trilyun |
|
5. |
2010 |
89,892. Trilyun |
Sumber : Dinas Perindagtamben Kabupaten Karawang
Nama Kawasan Industri yang Ada di Kabupaten Karawang
|
No. |
Kawasan Industri |
|
1. |
PT. Mitra Karawang Jaya |
|
2. |
PT. Hutan Pertiwi Lestari |
|
3. |
PT. Pupuk Kujang |
|
4. |
PT. Maligi Permata Industrial Estate |
|
5. |
PT. Surya Cipta Swadaya |
|
6. |
PT. Karawang Jabar Industrial Estate |
|
7. |
PT. Hab & Son |
|
8. |
PT. Karawang Tata Bina |
|
9. |
PT. Sumber Airmas Pratama |
|
10. |
PT. Rasindo Perkasa |
|
11. |
PT. Pradi Dana Anugrah |
|
12. |
PT. Daya Kencanasia |
|
13. |
PT. Indotaisei Indah Development |
|
14. |
PT. Mandala Pratama Permai |
|
15. |
PT. Canggih Bersaudara Muliajaya |
|
16. |
PT. Bintang Puspita Dwikarya |
|
17. |
PT. Persada Nusa Makmurindo |
|
18. |
PT. Sejati Buana Jaya Darma |
Sumber : Bappeda Kabupaten Karawang
3. Potensi Pertambangan
Berdasarkan data tahun 2007, sektor pertambangan dan bahan galian hanya mampu menyumbangkan 0,21% yang merupakan angka kontribusi terkecil dibandingkan sektor-sektor lainnya. Hal tersebut sesuai dengan kondisi alam Kabupaten Karawang, karena daerah yang memungkinkan untuk dieksploitasi hanya bagian selatan, khususnya sekitar Kecamatan Pangkalan.
Kegiatan pertambangan dan bahan galian di Kabupaten Karawang terdiri atas :
- Galian batu untuk bahan bangunan dan perkerasan jalan, banyak tersebar di daerah perbukitan Kecamatan Pangkalan.
- Galian pasir dengan memanfaatkan Sungai Cigentis, Cikompeni dan Cibeet.
- Galian batu kapur yang diolah ditempat, banyak tersebar sepanjangan jalan raya Kecamatan Pangkalan menuju obyek wisata Mekarbuana.
Jumlah dan nilai produksi pertambangan dan bahan galian tidak terdata, namun untuk pemasarannya sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal dan sebagian dipasarkan ke luar kabupaten, diantaranya ke Kabupaten Purwakarta, Bekasi dan Depok.
4. Potensi Perikanan
Sumber perikanan di Kabupaten Karawang berasal dari (data tahun 2010):
- Perikanan air laut, dengan produksi 7.616,73 ton
- Perikanan umum (sungai, situ dan rawa), dengan produksi 196,22 ton
- Perikanan budidaya (tambak, kolam dan sawah), dengan produksi 37.938,46 ton
Kegiatan perikanan di perairan umum (sungai, rawa dan waduk) pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
- Ikan sungai, dengan jumlah produksi 66,57 ton
- Ikan rawa, dengan jumlah produksi 41,06 ton
- Ikan waduk/galian C, dengan jumlah produksi 88,59 ton
Kegiatan perikanan perairan budidaya (tambak, kolam dan sawah) pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
- Ikan tambak, dengan jumlah produksi 35.101,19 ton
- Ikan kolam (KAT), dengan jumlah produksi 2.225,35 ton
- Ikan sawah (mina padi), dengan jumlah produksi 611,92 ton
- Ikan jaring terapung (KJA), dengan jumlah produksi 165,17 ton
5. Potensi Pariwisata
Pembangunan di bidang Pariwisata menunjukan hasil yang cukup baik, program dan kegiatan kepariwisataan diarahkan kepada pendataan potensi wisata. Adapun potensi wisata di Kabupaten Karawang yang berkembang menjadi obyek wisata yaitu:
- Obyek wisata budaya berupa Situs Purbakala Candi Jiwa, Candi Lanang, Candi Wadon, Situs Purbakala Kuta Tandingan, Petilasan Joko Tingkir, Makam Tubagus Rangin dan Makam Para Mantan Bupati Karawang.
- Obyek wisata sejarah Tugu Proklamasi Rengasdengklok Monumen Rawagede, Monumen Resimen V Cikampek, Monumen Suroto Kunto dan Rumah Djiouw Ki Siong.
- Obyek wisata Tirta berupa Bendungan Walahar/Parisdo, Danau Gempol Rawa, Situ Kamojing dan Bendungan Cibayat.
- Obyek wisata Alam berupa Desa Wisata Mekarbuana, Kawasan Wisata Pantai Tanjung Pakis, Buana Wisata Cikeong, Kawasan Wisata Pantai Tanjung Baru, Kawasan Wisata Pantai Samudra Baru Desa Sungaibuntu, Wisata Pantai Pasir Putih Desa Pasirjaya Kec. Cilamaya Wetan, Curug Cigentis, Curug Bandung, Curug Lalay, Curug Santri, Curug Cikolengkap dan Curug Cipanundaan, Batu Tumpang Adventure Camp (BATAC).
- Obyek wisata keagamaan berupa Makam Syech Quro dan Vihara Sian Jin Kupoh.












