19 May 2026

Kab. Karawang - Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar rapat bersama tim World Bank Mission dalam rangka kunjungan lapangan program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) di Kabupaten Karawang, Selasa 12 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan World Bank terhadap pengembangan sistem pengelolaan persampahan di Kabupaten Karawang.

Pemerintah daerah menilai persoalan sampah menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah, termasuk Karawang.

Pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan industri, perdagangan, hingga permukiman dinilai menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Karawang terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat dan World Bank dalam program ISWMP.

Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh SE mengatakan, penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan World Bank, agar sistem pengelolaan sampah di Karawang dapat berjalan lebih modern, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, Pemkab Karawang terus berupaya menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular dan energi alternatif.

“Melalui program ISWMP ini, kami berharap pengelolaan sampah di Karawang dapat semakin baik, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan beban TPA bisa berkurang secara signifikan,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemkab Karawang akan mengembangkan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), di antaranya TPST Mekarjati dengan kapasitas pengolahan 20 ton per hari, TPST Cirejag sebesar 20 ton per hari, serta optimalisasi TPST Jayakerta dari kapasitas eksisting 3 ton per hari menjadi 40 ton per hari melalui program ISWMP.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan persampahan, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus mendorong pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Selain itu, Pemkab Karawang juga telah mengusulkan program ISWMP tahun 2027, meliputi peningkatan kapasitas TPST Mekarjati dan TPST Cirejag masing-masing menjadi 40 ton per hari melalui pembangunan hanggar baru, penambahan arm roll di kedua TPST, serta penambahan sarana dan prasarana mesin pencacah halus RDF (Refuse Derived Fuel).

Pemkab Karawang meyakini penguatan sarana dan prasarana tersebut akan mendukung transformasi pengelolaan sampah menuju konsep ekonomi sirkular dan energi alternatif berbasis RDF.

Melalui kunjungan lapangan ini, Pemkab Karawang berharap tim World Bank Mission dapat melihat secara langsung potensi, kesiapan, dan komitmen daerah dalam mendukung keberhasilan program ISWMP.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga berharap dukungan dan pendampingan seluruh pihak agar program tersebut dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Sinergi antara Pemkab Karawang, pemerintah pusat, dan World Bank diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan Kabupaten Karawang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.